Arah Dasar, Visi, Misi, Spiritualitas dan Strategi Pastoral Keuskupan Denpasar 2018-2022

SINODE IV Keuskupan Denpasar telah berhasil merumuskan dan menetapkan  Arah Dasar Keuskupan Denpasar, Visi dan Misi, Spiritualitas Keuskupan Denpasar  serta Strategi Pastoral Keuskupan Denpasar  tahun 2018 – 2022.

Arah Dasar Keuskupan Denpasar 2018-2022  adalah; Menuju Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri dan Berani Bersaksi dalam Masyarakat Majemuk. Rumusan arah  dasar ini mengandung pokok-pokok pikiran sebagai berikut:
Pertama, Gereja. Gereja lokal maupun universal itu berada di tengah dunia yang terus berubah di era digital dengan generasi milenialnya. Gereja lokal Keuskupan Denpasar terpanggil untuk hadir dan melaksanakan pelayanan pastoral di era milenial tersebut.
Kedua, Gereja Beriman Tangguh. Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh berarti kita memiliki iman yang  sungguh kuat, tidak terpengaruh oleh apapun dan siapapun, sampai kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun meskipun menghadapi pelbagai macam godaan dan tantangan. Ketangguhan iman diuji melalui ketaatan kepada Yesus Tuhan dan misi-Nya di dunia.
Ketiga, Gereja yang Mandiri. Kemandirian Gereja bukan hanya dalam bidang finansial melainkan juga tenaga (SDM) pastoral tertahbis maupun terbaptis. Mandiri yang kita tegaskan untuk menjadi pegangan Arah Dasar Keuskupan Denpasar adalah kemandirian dalam bidang spiritual, personalia dan finansial. Semua sarana pelayanan pastoral, gedung dan alat-alat komunikasi serta pelayanan pastoral dibiayai  oleh umat.
Keempat, Gereja yang Bersaksi. Gereja yang bersaksi dimulai ndari dalam (membangun identitas dan karakter) dan bergerak ke luar (mewartakan-evangelisasi). Gereja menjadi signifikan karena memiliki identitas, karakter melalui pembentukan iman sepanjang hayat. KBG sebagai sel kecil Gereja hendaknya dievangelisasi oleh Sabda Allah dan menjadi pelaku evangelisasi. Tujuan agar menjadi murid-murid Kristus dan kemudian keluar memberi kesaksian hidup sebagai garam dan terang dunia. Bergerak dari Sabda menjadi Kehidupan, dari Mimbar Allah ke Mimbar Pasar.

Visi dan Misi 2018-2022

Sinode IV  Keuskupan Denpasar berhasil merumuskan Visi dan Misi Keuskupan Denpasar 2018-2022. Visi Keuskupan Denpasar adalah: “Persekutuan Umat Katolik yang Beriman Tangguh, Mandiri, Solider dan Bersaksi dalam Masyarakat Majemuk”.
Ada 14 Misi  Keuskupan Denpasar  yakni:
  1. Melakukan  formasi iman umat  sepanjang hidup (Katekese dan Liturgi).
  2. Meningkatkan kualitas kepemimpinan pastoral melalui kaderisasi dan regenerasi.
  3. Menumbuhkembangkan Gereja yang mandiri dan solider.
  4. Mendorong umat untuk bersaksi dalam masyarakat majemuk.
  5. Membangun semangat Evangelisasi dan perutusan dalam KBG.
  6. Mengembangkan program pastoral kontekstual yang berbasis data.
  7. Meningkatkan sinergitas pelayanan pastoral mulai dari para pemimpin.
  8. Meningkatkan kualitas pendidikan katolik.
  9. Membina keluarga katolik sebagai ecclesia domestica (Gereja Rumah Tangga) yang sejahtera.
  10. Menghimbau dan mendorong umat untuk tertib ber-KBG.
  11. Menghadirkan Gereja dalam wajah budaya lokal.
  12. Meningkatkan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan ekonomi.
  13. Mendorong kaum awam untuk terlibat aktif di bidang politik.
  14. Membangun Gereja yang terlibat aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Empat pilar: Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika).
Spiritualitas Keuskupan Denpasar
Spiritualitas Keuskupan Denpasar adalah “Yesus Gembala Yang Baik (Bdk. Yoh 10:11-18)”. Spiritualitas model Yesus Gembala Yang Baik merupakan kristalisasi dari Gereja yang beriman tangguh, mandiri dan solider  serta bersaksi dalam masyarakat majemuk. Nilai-nilai yang terkandung  di dalamnya harus menjadi “roh”, “spirit” untuk menjalankan hasil Sinode IV antara lain: kepemimpinan yang melayani dengan murah hati, berkorban, mengarahkan, memberi semangat, bekerja keras, memberdayakan, visioner, inovatif-kreatif.
Strategi Pastoral
Strategi Pastoral Keuskupan Denpasar 2018-2022 diwujudkan dalam Tema-Tema Pastoral. Adapun Tema Pastoral tahun 2018  adalah: Kepemimpinan Pastoral. Kepemimpinan pastoral perlu dipersiapkan dengan baik. Sinode meminta adanya peningkatan kualitas kepemimpinan dan kaderisasi calon pemimpin pastoral. Agar kaderisasi kepemimpinan diarahkan untuk menghasilkan seorang pemimpin gembala yang berbau domba.
Tema Pastoral 2019: Formasi Iman yang Tangguh. Iman kristiani bertumpu pada iman Gereja Perdana yang menunjukkan ketaatan, kokoh dalam menghadapi tantangan zaman. Formasi iman yang tangguh mengamanatkan lima langkah: evangelisasi, katekese, kegiatan spiritualitas, keakraban dengan Sang Sabda, Liturgi dan katekisasi berjenjang mulai dari anak sampai usia lanjut.
Tema Pastoral 2020: Gereja yang Mandiri dan Solider. Gereja yang mandiri dan solider harus diupayakan dalam gerakan dan pembangunan Gereja Keuskupan Denpasar. Mandiri dan solider dimaksudkan dalam bidang spiritualitas, sumber daya manusia, ekonomi, finansial. Pengembangan sosial ekonomi melalui CU/Lembaga Keuangan Mikro, pelatihan-pelatihan keterampilan usaha kreatif. Solider dalam bidang pendidikan dengan Gerakan Dasopen dan kesehatan.
Tema Pastoral  2021: Gereja yang Bersaksi. Umat katolik, kelompok-kelompok kategorial dan organisasi kemasyarakatan dilibatkan dalam menggarami dunia melalui kegiatan sosial kemasyarakatan bahkan politik. Gereja bersaksi dengan membangun dialog antar umat beragama untuk menumbuhkan sikap menghargai satu sama lain.
Tema Pastoral 2022: Evangelisasi dan Perutusan dalam KBG. Evangelisasi dan Perutusan dalam KBG mengamanatkan untuk membangun KBG yang berkualitas yang disemangati evangelisasi untuk tujuan perutusan. KBG yang berkualitas itu  itu adalah yang kuat dalam iman karena hidup dalam Sabda Allah dan bersaksi dalam perutusan.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here