Renungan Harian, Jumat: 14 September 2018, Yoh. 3:13-17

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Allah adalah kasih. Kasih Allah dinyatakan dalam diri Yesus Kristus Putera-Nya yang menjadi manusia. Kemanusiaan kita diangkat dan ditebus oleh Allah melalui Yesus. Karenanya hidup manusia berarti di hadapan Allah dan oleh belas kasih dan kepeduliaan Allah inilah manusia diselamatkan. Yesus Kristus telah mengosongkan diri serendah-rendahnya hingga mengorbankan diri di kayu salib (bdk. Flp. 2:8). Itulah anugerah yang menyelamatkan manusia. Salib  merupakan puncak pemberian diri Yesus Kristus bagi keselamatan manusia.

Pada Pesta Salib Suci ini kita diingatkan kembali akan pengorbanan Yesus yang menyelamatkan manusia. Pemberian dan pengorbanan diri-Nya di kayu salib menegaskan karya penebusan Allah bagi dunia. Dari salib pula terang kebangkitan Paskah dinyatakan. Salib Yesus menjadi tanda kehidupan dan keselamatan manusia. Salib Tuhan menjadi kekuatan bagi kita untuk menyatakan cinta Allah yang menyelamatkan bagi semua orang. Apakah kita pernah bersyukur atas keselamatan yang kita terima dari Allah? Bagaimana kita memaknai salib TUhan dalam kehidupan sehari-hari?

Tuhan Yesus, Engkau telah menebus aku dengan salib-Mu yang suci. Bantulah aku untuk selalu setia beriman kepada-Mu dan tetap teguh dalam jalan salib hidupku. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here