Saat audiensi umum di Vatican (27/8/2017), paus Fransiskus merefleksikan bacaan dari Injil Matius dimana Tuhan Yesus bertanya kepada para rasul, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” dan Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup.”

Selanjutnya, jawab Yesus kepada Petrus, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Kemudian paus Fransiskus menegaskan bahwa Tuhan Yesus terus menerus mendirikan Gerejanya hingga saat ini. “Bahkan dengan kita saat ini,” kata paus, “Kristus menghendaki untuk mendirikan Gerejanya, bangunan ini dengan fondasi yang kokoh, sehinggah tidak akan retak.”

Namun, paus Fransiskus menggaris bawahi bahwa Gereja selalu membutuhkan pembaharuan, perbaikan seperti halnya pada jaman Santo Fransiskus Asisi. Maka paus Fransiskus mengungkapkan bahwa tidak ada “batu” yang tak berguna.

Kepada mereka yang telah menerima pewartaan Injil paus berulangkali mengataka bahwa setiap “kerikil” dari bangunan Gereja seringkali terlihat tak berguna dan terinjak injak. Namun, kata paus “Setiap kerikil dari bangunan  itu sangat berguna untuk memperbaharui struktur banguna tersebut.”

Ia mau menegaskan bahwa setiap orang di dalam Gereja memiliki peran penting. Kata paus, “Tidak ada batu yang tak berguna” (No stone is useles).

Selanjutnya, kata Paus, “Di tangan Tuhan Yesus [kerikil terkecil pun] menjadi sangat berharga, karena Dia memilahnyamelihatnya dengan kelembutan, mengerjakannya dengan Roh dan menaruhnya pada tempat yang tepat, dimana kerikil kecil itu tak menyangka bahwa ia mendapat posisi yang paling berguna dalam pembanguan seluruh bangunan.”

Demikianlah refleksi audensi umum paus Fransiskus. Semoga setiap orang yang dibabtis tidak merasa kecil hati dalam pewartaan injil “Membangun Gereja Kudus.”

Dengan demikian, tugas pewartaan tidak “berat sebelah” dalam arti hal itu hanyalah tugas para imam, diakon, biarawan dan biarawati. Namun, pewartaan merupakan tanggung jawab semua orang yang telah dibabtis.

Sumber: en.radiovaticana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here